Monday, September 21, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us
  • Login
ProfilTokoh.com
  • Home
  • Berita
  • Tokoh
    • Tokoh Nasional
    • Tokoh Dunia
    • Tokoh Politik
    • Entrepreneur & CEO
    • Ilmuwan & Peneliti
    • Inovator Tekno
    • Seni dan Budaya
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
ProfilTokoh.com
  • Home
  • Berita
  • Tokoh
    • Tokoh Nasional
    • Tokoh Dunia
    • Tokoh Politik
    • Entrepreneur & CEO
    • Ilmuwan & Peneliti
    • Inovator Tekno
    • Seni dan Budaya
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
ProfilTokoh.com
No Result
View All Result

Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

admin by admin
March 3, 2026
in Lifestyle
0 0
0
Home Lifestyle

Mengirim pesan saat sedang marah sering berujung penyesalan. Karena itu, para ahli kesehatan mental menyarankan seseorang tidak langsung membalas pesan atau menulis chat ketika emosi sedang memuncak. Memberi jeda waktu sekitar 30 menit dinilai menjadi cara efektif untuk mencegah konflik semakin besar.

Psikiater menjelaskan bahwa saat seseorang marah, bagian otak yang mengatur respons emosional bekerja lebih dominan dibandingkan pusat logika. Kondisi ini membuat seseorang cenderung bereaksi impulsif, memilih kata-kata kasar, atau menyampaikan pesan yang sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan pikiran rasionalnya.

Menurut para ahli, jeda waktu sekitar setengah jam memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk kembali stabil. Dalam periode tersebut, detak jantung dan hormon stres perlahan menurun sehingga kemampuan berpikir jernih kembali aktif. Akibatnya, pesan yang disampaikan menjadi lebih terukur dan tidak memperburuk situasi.

Kebiasaan langsung membalas pesan ketika emosi tinggi juga kerap memicu salah tafsir dalam komunikasi digital. Tanpa ekspresi wajah maupun nada suara, pesan teks mudah disalahartikan sehingga konflik kecil bisa berkembang menjadi pertengkaran panjang.

Psikolog komunikasi menilai kemarahan yang diluapkan secara spontan justru sering merusak pesan utama yang ingin disampaikan. Saat emosi mengambil alih, fokus komunikasi berubah dari penyelesaian masalah menjadi pelampiasan perasaan sesaat.

Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana selama masa jeda tersebut, seperti menarik napas dalam, berjalan sejenak, minum air, atau mengalihkan perhatian pada aktivitas ringan. Tujuannya bukan menghindari masalah, melainkan memastikan respons yang diberikan lebih bijak dan konstruktif.

Selain itu, komunikasi sebaiknya dilakukan setelah kondisi emosional membaik. Berbicara saat pikiran tenang memungkinkan seseorang memilih kata yang tepat serta memahami sudut pandang lawan bicara, sehingga peluang konflik mereda menjadi lebih besar.

Psikiater menegaskan bahwa mengendalikan respons emosional merupakan keterampilan yang dapat dilatih. Kebiasaan menunda reaksi sesaat sebelum mengirim pesan dinilai menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menjaga hubungan personal maupun profesional di era komunikasi digital yang serba cepat.

Dengan memberi waktu bagi emosi untuk mereda, seseorang tidak hanya menghindari penyesalan akibat pesan impulsif, tetapi juga membangun pola komunikasi yang lebih sehat dan dewasa.

ShareTweetShare
admin

admin

Next Post
BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

July 2, 2026
Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

March 26, 2026
Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

February 5, 2026
Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

February 5, 2026
Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

0
Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

0
Siapa Nursamad Kamba?

Siapa Nursamad Kamba?

0
Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

0
Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

July 2, 2026
Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

April 4, 2026
Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

March 26, 2026

Update Harga Emas Pegadaian 26 Maret 2026

March 26, 2026
ProfilTokoh.com

© 2026 ProfilTokoh.com.

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Tokoh
    • Tokoh Nasional
    • Tokoh Dunia
    • Tokoh Politik
    • Entrepreneur & CEO
    • Ilmuwan & Peneliti
    • Inovator Tekno
    • Seni dan Budaya

© 2026 ProfilTokoh.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version