Monday, September 21, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us
  • Login
ProfilTokoh.com
  • Home
  • Berita
  • Tokoh
    • Tokoh Nasional
    • Tokoh Dunia
    • Tokoh Politik
    • Entrepreneur & CEO
    • Ilmuwan & Peneliti
    • Inovator Tekno
    • Seni dan Budaya
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
ProfilTokoh.com
  • Home
  • Berita
  • Tokoh
    • Tokoh Nasional
    • Tokoh Dunia
    • Tokoh Politik
    • Entrepreneur & CEO
    • Ilmuwan & Peneliti
    • Inovator Tekno
    • Seni dan Budaya
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
ProfilTokoh.com
No Result
View All Result

Pramoedya, Tokoh Sastra Indonesia, Pernah Berselisih dengan Buya Hamka

admin by admin
February 7, 2026
in Seni dan Budaya, Tokoh, Tokoh Nasional
0 0
0
Home Seni dan Budaya

profiltokoh.com/, PEKANBARU – 6 Februari 1925, Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah, dengan nama Pramoedya Ananta Mastoer.

Karena kurang suka dengan namanya yang dianggap terlalu aristokratik, Pramoedya menghilangkan kata ‘Mas’ di nama keluarganya, sehingga hanya menjadi Pramoedya Ananta Toer.

Pram adalah seorang sastrawan Indonesia yang produktif. Tercatat ada lebih dari 50 karya Pram yang dipublikasikan, dan 42 diantaranya diterjemahkan ke bahasa asing.

Namun, di sisi lain, Pram juga dikenal sebagai sastrawan yang kontroversi. Dia juga sempat berselisih dengan beberapa tokoh, salah satunya adalah Buya Hamka.

Melalui majalah harian Bintang Timur pada 7 September 1962, di lembar kebudayaan Lentera, Pram memuat tulisan bahwa karya Buya Hamka yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk merupakan sebuah karya plagiat. Pram juga pernah membuat tulisan yang berisikan bahwa Buya Hamka harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena sudah membuat karya yang plagiat.

Dalam tuduhannya, Pram memuat tulisan bahwa roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Buya Hamka merupakan plagiat dari novel Sous Les Tilleuls karya pujangga Prancis, Alphonse Karr.

Akibat tulisan ini, Buya Hamka dan Pram sempat perang tulisan. Pram di Bintang Timur, dan Buya Hamka melakukan pembelaannya di majalah Gema Islam.

Namun, ternyata ketegangan 2 sastrawan ternama ini terbatas dalam karya tulis saja. Buktinya, ketika puteri sulungnya, Astuti ingin menikah, Pram menyuruh Astuti untuk belajar agama kepada Buya Hamka.

Astuti menurut. Dia membawa calon suaminya, Daniel Setiawan, yang sebelumnya berbeda keyakinan, untuk belajar agama Islam.

Rupanya, meski pernah menyerang Buya Hamka dalam karya sastra, Pram tetap menghormati Buya Hamka. Bahkan, Pramoedya mempercayakan anaknya untuk belajar agama Islam kepada Buya Hamka.

Buya Hamka ternyata juga tidak memiliki dendam pribadi kepada Pram. Dengan perasaan haru, Buya Hamka mengangguk, tanda beliau bersedia mengajar Islam kepada Astuti dan calon suaminya. (bpc4)

Tags: buya hamkaPramPramoedyasastrawan
ShareTweetShare
admin

admin

Next Post
Catatan Sejarah 26 Februari: Mengenang Rahmah El Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Perempuan Indonesia

Catatan Sejarah 26 Februari: Mengenang Rahmah El Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Perempuan Indonesia

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

July 2, 2026
Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

March 26, 2026
Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

February 5, 2026
Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

February 5, 2026
Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

Catatan Sejarah 5 Desember: Meninggalnya Tokoh Penentang Apartheid, Nelson Mandela

0
Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

0
Siapa Nursamad Kamba?

Siapa Nursamad Kamba?

0
Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

Kalimat Inspirasi Para Tokoh yang Mendunia, Yuk Pelajari

0
Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga SPPG di Program MBG

July 2, 2026
Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

Catatan Sejarah 4 April: Terbunuhnya Marthin Luther King Jr, Tokoh Pejuang Kulit Hitam

April 4, 2026
Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

Jaga Integritas Penyelidikan, Letjen Yudi Abrimantyo Resmi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Bais TNI

March 26, 2026

Update Harga Emas Pegadaian 26 Maret 2026

March 26, 2026
ProfilTokoh.com

© 2026 ProfilTokoh.com.

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Tokoh
    • Tokoh Nasional
    • Tokoh Dunia
    • Tokoh Politik
    • Entrepreneur & CEO
    • Ilmuwan & Peneliti
    • Inovator Tekno
    • Seni dan Budaya

© 2026 ProfilTokoh.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version